Dombabatur jantan maupun betina adalah tipe domba potong yang merupakan penghasil daging yang baik. Ciri-ciri Domba Batur : Tubuhnya besar dan panjang. Kaki cenderung pendek dan kuat. Domba jantan maupun betinanya tidak memiliki tanduk. Kulitnya relatif lebih tipis dibandingkan domba garut, kibas, atau gembel, namun bulunya tebal.
Dombadomba tersebut mempunyai ciri-ciri yang berbeda seperti berikut ini. A. Ciri-ciri Domba Garut , antara lain : 1) Warna : bulu putih, hitam atau putih dan hitam; 2) Tanduk : yang betina tidak bertanduk, sedangkan yang jantan bertanduk melingkar dan berukuran besar dan pangkal tanduk kanan serta kiri hampir bersatu; 3) Bentuk Badan : tubuh lebar, besar dan kekar, kaki kokoh, telinga sedang terletak di belakang tanduk, telinga rumpun seperti daun hiris bulu halus dan panjang.
Baikuntuk lebih jelasnya berikut ciri-cirinya : Domba garut yang asli memiliki bentuk tubuh relatif besar dari pada domba jenis biasa dan memiliki tubuh yang berbentuk Bentuk tanduk yang melingkar dan kekar. Domba Garut memiliki ciri khas yaitu pada pangkal ekornya kelihatan dan tampak agak
Ciriciri fisiknya antara lain: Badan agak besar. Domba jantan dewasa mempunyai bobot 60-80 kg, sedangkan yang betina mempunyai bobot 30-40 kg. Domba jantan memiliki tanduk yang cukup besar, melengkung kearah belakang, dan ujungnya mengarah kedepan sehingga berbentuk seperti spiral. Pangkal tanduk kanan dan kiri hampir bersatu.
DombaGarut mempunyai badan agak besar. Domba jantan dewasa mempunyai bobot 60-80 kg, sedangkan yang betina mempunyai Untuk ciri domba garut jantan memiliki tanduk yang cukup besar, melengkung kearah belakang, dan ujungnya mengarah Sedangkan pada ciri khusus domba betina adalah tidak memiliki
DombaGarut dipercaya berasal dari domba lokal, khususnya domba lokal dari daerah Cibuluh dan Wanaraja yang memiliki ciri sangat spesifik, yaitu memiliki kombinasi telinga rumpung (rudimenter) dengan ukuran di bawah 4 cm atau ngadaun hiris dengan ukuran 4 - 8 cm dengan ekor ngabuntut beurit atau ngabuntut bagong, warna dominan hitam terutama
1TuvyZ. Ciri- Ciri Domba Garut Jantan Tipe Tangkas - Madani Farm JogjaDomba Garut masuk dalam spesies domba, meskipun banyak yang menyebutnya sebagai kambing garut. Menurut pakar domba seperti Prof. Didi Atmadilaga dan Prof. Asikin Natasasmita bahwa Domba Garut merupakan hasil persilangan antar domba kampung, Domba Ekor Gemuk dan Domba Merino yang terjadi sekitar pertengahan abad ke-19 ± 1854 dan dikembangkan oleh Adipati Limbangan Garut sekitar 70 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1926. Ciri Ciri DombaMasyarakat awam kadang masih belum bisa menyatakan perbedaan antara kambing dan domba. Berikut ini adalah ciri ciri domba Ekor yang jatuh ke bawahMemiliki Tanduk yang MelengkungTelinga kecil tegak Ke AtasBentuk Tubuh MembulatMakanan Domba adalah rerumputanTidak berjenggotDomba Tidak Takut AirTidak Menghasilkan Susu Domba Garut saat ini telah menunjukkan keseragaman. Bentuk tubuh domba Garut hampir sama dengan domba lokal. Bentuk tanduk bundar yang besar, berasal dari domba Merino, namun domba Merino tidak memiliki insting bertanding. Pada dasarnya beternak domba garut tidak jauh beda dengan cara beternak domba merino. Bobot tubuh domba garut bisa mencapai 40 kg hingga 80 kg, sehingga harga domba garut dewasa relatif mahal. Menurut beberapa ahli, Domba Garut tidak hanya menjadi andalan saja, tetapi juga merupakan penghasil daging yang sangat baik, sehingga banyak orang ingin memulai bisnis domba garut dan ingin memulai ternak domba Domba Garut digolongkan sebagai spesies domba terbaik dalam perdagangan, dan paling menarik perhatian banyak orang. Domba Garut mudah dirawat oleh petani kecil karena cara memelihara domba garut mudah, cara beternak domba garut mudah serta bibit domba garut lebih mudah diperoleh karena banyak yang menjual domba Domba GarutDomba Garut berasal dari Kabupaten Garut tepatnya di daerah Limbangan yang kemudian berkembang dan kini menyebar ke seluruh pelosok Jawa Barat pada khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya. Bentuk umum domba garut, badan relatif besar dan persegi panjang, bulunya panjang dan kasar, tanduk domba jantan besar dan kuat serta kekar inilah modal utama dalam seni ketangkasan domba.. Pelajari daur hidup kambing domba Domba Garut Yang BagusCiri-ciri domba garut adalah tanduk besar yang digulung ke belakang dan tubuh yang variatif, kokoh, agresivitas tinggi, sehingga memiliki temperamen cantik dan unik. Ciri-ciri kambing domba Garut lainnya yaitu pangkal ekor terlihat cukup lebar dengan ujung runcing dan pendek, dahi agak lebar, kepala pendek dan profil agak cembung, mata kecil, tanduk besar dan punggung melingkar. Domba Garut betina tidak bertanduk, namun telinganya bervariasi dari pendek ngadaun hiris hingga panjang dan memiliki warna bulu yang beragam. Domba garut seringkali memiliki telinga yang tidak rata, sedangkan yang memiliki telinga panjang dikenal dengan sebutan domba bongkor. Untuk memulai peternakan domba garut, yang pertama harus mendapatkan domba garut super yang baik, dimulai dengan memilih domba betina yang sangat baik dan keturunan domba garut jantan juga berprestasi baik. Karakter memelihara domba Garut berbeda-beda, tergantung jenis domba garutnya, mulai dari anakan hingga dewasa siap kompetisi. Persiapan pakan domba garut juga merupakan hal penting saat memulai ternak kambing garut yang dipilih sebagai domba tangkas harus dilatih untuk bertanding di lapangan. Tanpa adanya pelatihan, domba garut tidak memiliki unsur seni di lapangan, sehingga kurang enak dipandang dalam perlombaan, yaitu dalam hal langkah maju, mundur atau dalam kata lin Tembragan atau tubrukannya tidak bagus. Hingga saat ini, Domba Garut masih merupakan unsur kesenian yang digemari dan merupakan kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Sebagai domba favorit, setiap hari Minggu di Jawa Barat selalu ada perlombaan atau penjurian domba garut di semua daerah khususnya di Kabupaten Garut. Ajang ketangkasan domba Garut berlangsung pada hari libur nasional, ulang tahun seperti HUT Garut, HUT TNI dan HUT Republik Indonesia. Gambar Adu Domba Tangkas GarutDomba Garut Jantan Tipe TangkasBerdasarkan hasil pengamatan dan pada beberapa domba garut di Jawa Barat dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kualitatif atau ciri- ciri Domba Garut JantanTipe Tangkas di Jawa Barat adalah sebagai berikut 1. Karakteristik warna bulu dominan pada Domba Garut Jantan adalah kombinasi warna hitam-putih, yaitu sebesar 86 %.2. Motif bulu dominan pada Domba Garut jantan adalah hitam atau hideung polos 19,83 % dan belang sapi 14,88 %. 3. Bentuk tanduk dominan pada Domba Garut jantan adalah Gayor 54,95 %, Ngabendo 17,36 %, dan Leang 16,53 %. 4. Bahan rumusan dalam membuat standar sifat-sifat kualitatif Domba Garut tipe tangkas adalah warna bulu hitam-putih dengan motif hideung polos atau belang sapi, serta bentuk tanduk gayor, ngabendo, dan penjelasan istilah khusus ciri domba garut Baracak adalah kombinasi warna bulu domba dengan dominasi hitam atau abu-abu dan bercak-bercak kecil putih yang tidak teratur pada sekujur atau sebagian tubuh. Belang Sapi adalah kombinasi hitam putih seperti belang batu namun dengan belang yang lebih besar, biasanya terdapat warna hitam yang besar-besar di atas warna putih mirip sapiFH. Gayor adalah bentuk tanduk Domba Garut yang mengarah ke bawah sampai melebihi lebar muka dan bagian akhir tanduk sedikit melengkung ke luar nanggeuy pipi, sepertiposisi tangan orang yang sedang berdoa, di daerah Bogor dikenal dengan tanduk haminlebe. Golong tambang adalah bentuk tanduk Domba Garut yang melingkar satu putaran ngagolong, termasuk bentuk tanduk yang tergolong gayor, japlang, atau leang-leang , namun bila ada satu putaran maka dimasukkanpada golong tambang. Hideung Polos adalah istilah untuk motif bulu Domba Garut dengan keseluruhan bulu berwarna hitam polos dan tidak tercampuri oleh warna lain, motif bulu ini dipercaya baikuntuk domba tangkas karena memiliki kekuatan lebih dibandingkan motif bulu yanglain. Japlang adalah bentuk tanduk Domba Garut yang sangat mengarah ke samping dan sedikit lengkungan ke bawah tidak melebihi daun telinga seperti kumis baplang. Lakenadalah istilah untuk bulu Domba Garut dengan warna abu-abu atau hitam mirip topilaken atau suterayang keputih-putihan. Leang adalah bentuk tanduk Domba Garut dengan sedikit lengkungan mulai dari bagian garut tanduk superJenis Tanduk Domba GarutAda beberapa jenis tanduk domba garut menutut badan standarisasi nasional 1. Tanduk LeangJenis tanduk domba garut Leang pertumbuhannya ke Tanduk NgabendoJenis tanduk ini berputar, namun tidak sampai satu putaran3. Tanduk GayorJenis tanduk Domba Garut jantan berbentuk tanduk dari pangkal tanduk ke belakang melingkar ke bawah Tanduk Ngagolong Tambang Bentuk tanduk domba garut ini melingkar dari pangkal tanduk ke belakang lebih dari satu Anda ingin memulai bisnis peternakan domba garut, sebaiknya memulainya dengan memelihara dan beli bibit cempe bakalan anak domba garut persilangan terlebih dahulu, karena harga nya lebih murah. Peternakan domba di Jambidan, Banguntapan, Bantul yaitu Madani Farm Jogja menjual cempe bibit anakan kambing domba persilangan garut dengan harga terjangkau. Pelajari daur hidup kambing domba di artikel ciri ciri domba merino, ciri ciri domba, ciri domba garut asli, super tangkas, ciri-ciri domba, cara merawat tanduk domba garut, tangkas super, poto domba adu, cara ternak domba garut, cara beternak domba garut, gambar domba adu garut, cari domba adu garut, jenis tanduk domba garut, kambing aduan garut, foto kambing garut, cara merawat domba garut, domba jantan, cara gambar domba, jenis domba garut,
Ciri Domba Garut Domba Priayangan Asli Jawa Barat SPESIFIKASI TERNAK DOMBA GARUT Ciri domba garut adalah mempunyai ciri khas tersendiri, sebagai domba penghasil daging dan domba untuk adu ketangkasan untuk daerah Garut. Bedasarkan pendapat para oleh ahli domba seperti Bpk. Prof. Didi Atmadilaga dan Bpk. Prof. Asikin Natasasmita, bahwa Domba Garut adalah hasil persilangan dan perkawinan antara jenis domba lokal yang ada Indonesia, domba ekor gemuk, dan domba merino yg dibentuk kira-kira sekitar pada pertengahan abad ke-19 atau sekitar pada tahun1854 yang dirintis oleh Adipati Limbangan Garut. Selanjutnya sekitar 70 tahun kemudian yaitu tahun 1926 Domba Garut sudah menampakkan suatu keseragaman. Bentuk tubuh Domba Garut hampir sama dengandomba lokal dan bentuk tanduk yg besar dan melingkar diturunkan dari Domba merino, namun domba merino tidak mempunyai “insting” beradu. Domba garut mempunyai bobot bisa mencapai 40kg sampai 80 kg. Menurut pendapat beberapa para ahli, bahwa Domba Garut selain mempunyai keistimewaan juga sebagai penghasil daging yang sangat baik dalam upaya meningkatkan produksi ternak domba. Jenis Domba Garut tergolong jenis domba terbaik, bahkan dalam perdagangannya dan paling cocok serta menarik perhatian banyak masyarakat, sangat mudah untuk dipelihara oleh peternak kecil karena lebih mudah dalam merawatnya dan lebih cepat untuk dipanen. Banyak sifat yang penting bernilai ekonomi pada domba seperti laju pertumbuhan, komposisi atau ukuran tubuh, ketahanan penyakit dan karakteristik wol adalah multigenic atau dikontrol oleh beberapa gen di alam Zaid et al. 1999. Selama ini seleksi pejantan untuk berbagai sifat kuantitatif bobot badan dan kualitas karkas pada ternak masih dilakukan secara konvensional, yaitu melalui program seleksi sifat-sifat fenotipik yang pada umumnyakurang efektif karena memerlukan jumlah ternak yang banyak dan memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan pejantan unggul. Kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi yang cepat di bidang genetika molekuler dengan dilengkapinya genomdomba dari waktu ke waktu Crawford et al, 1995; Maddox et al, 2001, 2002diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada kemaujan dan perkembangan dunia peternakan khususnya pada program pemuliabiakan domba lokal seperti Domba Garut. Studi pemetakan quantitative trait loci QTL untuk sifat produksi, ciri ciri domba garut menunjukkan bahwa sifat pertumbuhan pada domba hasil silang balik backcross antara domba Merino dan Ekor tipis Garut telah ditentukan keberadaannya, yaitu terletak pada kromosom 18 Margawati, 2005. Lokasi QTL sifat pertumbuhan pada kromosom 18 tersebut diperkirakan terletak antara penciri DNA CSSM18 107,1cM dan TMR1124,8cM. Sejarah Domba Garut Domba Garut seperti namanya adalah domba yang berasal dari Kabupaten Garut tepatnya di daerah Limbangan, Propinsi Jawa Barat, Selanjutnya berkembang dan sekarang telah menyebar ke seluruh pelosok Jawa Barat khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya. Untuk memperoleh bibit Domba Garut yang baik dan unggul harus dimulai dari betina yang kualitasnya sangat bagus, pejantan dari keturunan Domba Garut memiliki kwualiatas yang baik pula. Para ahli domba yang memelihara Domba Garut mempunyai sifat dankarakter yg berbeda dalam merawat dan memeliharanya mulai dari anakan sampai dewasa siap tanding atau untuk daging. Biasanya masyarakat garut memilih Anak Domba Garut untuk dijadikan domba tangkas harus diberikan latihan beradu dan berlaga di lapangan, tanpa diberi pelatihan Domba Garut tersebut tidak akan mempunyai nilai seni di lapangan saat bertanding dan enak dipandang saat berlaga, yakni mengenai langkah mundur dan langkah maju atau tubrukannya tidak baik. Sampai Saat ini Domba Garut tetap memiliki nilai seni yang sangat digemari dan merupakan ternak kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Domba Garut mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan dan dibudidayakan sebagai sumber daging dibandingkan domba lokal atau bangsa domba lain yang ada di Indonesia dan memiliki keunggulan unik khas yang bisa dijadikan daya tarik parawisata daerah di Jawa Barat. Ciri Ciri Domba Garut Bentuk umum Domba Garut, tubuhnya relatif besar dan berbentuk persegi panjang. Bulunya panjang dan kasar Tanduk domba jantan besar dan kuat serta kekar, ini adalah modal utama dalam seni ketangkasan domba. Keistimewaan dengan tanduk yang besar melingkar ke belakang dan bervariasi, badan padat, agresivitasnya tinggi sehingga memilki temperamen yang indah dan unik. Domba Garut mempunyai ciri khas yaitu pada pangkal ekornya kelihatan dan tampak agak lebar dengan ujung runcing dan pendek, dahi sedikit lebar. Kepala pendek dan profil sedikit cembung, mata kecil, tanduk besar dan melingkar ke belakang. Bobot badan domba Garut jantan dapat mencapai lebih dari 60kg, sedangkan dombabetina tanpa tanduk, dengan bobot badan dapat mencapai 30kg. Domba garut, baik jantan maupun betina merupakan domba tipe penghasil daging. Domba Garut jantan sering dipakai untuk domba aduan fighting art, sebab memiliki leher yang kuat dan kokoh. Domba garut jantan juga mempunyai tampilan tanduknya yang besar dan melingkar seperti pada domba Merino jantan, warna bulu putin, coklat hitam, atau campuran. Pada domba garut yang betina tidak bertanduk, telinga bervariasi dari yang pendek sampai yang panjang dan memiliki warna bulu yang beraneka ragam. Domba Garut mempunyai telinga sangat kecil atau diistilahkan “rumpung”, baik pada jantan maupun betina. Daerah sebaran domba Garut kebanyakan di Jawa Barat. Domba Garut ada yang menyebut sebagai domba Priyangan yang merupakan aset plasma nutfah Jawa Barat. Domba Garut banyak kita dijumpai mempunyai daun telinga rumpung, sedangkan yang memiliki daun telinga panjang dikenal dengan domba “BONGKOR”. ISTILAH KHUSUS DOMBA GARUT Adeg-adeg yaitu Kesesuaian postur tubuh mulai dari badan sampai kaki atau bentuk umum performa fisik yang dinilai dari fostur kekokohan badan, leher dn kepala, jingjingan bentuk, ukuran dan letak tanduk, ules bentuk di raut muka. Baracak yaitu Kombinasi warna kulit domba dengan dominasi hitam atau abu-abu dan bercak-bercak kecil putih yang tidak teratur pada sekujur atau sebagian tubuhnya. Baralak yaitu Jenis bulu domba yang mirip dengan bercak yang ukurannya lebih besar. CATUR BANGGA DOMBA GARUT Ules Beungeut Kasep, ngamenak dan ngaules Mata Kupa Telinga Rumpung, rumpung sapotong, ngadaun hiris dan ngadaun nangka saeutik Tanduk Nagbendo, golong tambang, setengah gayor, gayor, leang-leang sogong Kualitas Tanduk Poslen, waja, beusi, gebog Warna Bulu Sambung, riben sebak, belang sapi, macan, jog-jog, laken, baracak, monyet, kunyuk, Lunglum, perak, bodas apu, jogja dan riben mencenges Ekor Ngabuntut beurit, ngabuntut bagong dan ngadaun waru Kanjut/ Scrotum Laer, ngarandu dan ngajantung Kaki Mancuh, kuda, regang waru, meureup ucing. Terima Kasih Telah membaca artikel ciri domba garut, jika artikel ini bermanfaat, mohon di-share ya..
Assalamu’alaikum Wr WbSelamat datang di artikel para peternak sukses. Pada artikel ini akan kami jelaskan bagaimana ciri-ciri domba garut asli. Kenapa anda harus tau….?” karena banyak yang menjual domba yang menamakan domba garut tapi aslinya bukan merupakan domba asli garut. Untuk anda yang mau memulai usaha beternak domba garut, ataupun yang ingin membeli domba garut semoga dengan artikel ini membantu untuk mendapatkan domba garut asli yang berkualitas Domba GarutSebelum kita mengetahui bagai mana ciri domba asal Limbangan ini kita harus tau dulu mengenai asal-muasal domba garut ini. Domba yang berasal dari daerah limbangan Garut ini adalah domba lokal hasil persilangan antara domba ekor gemuk dan domba marino. Domba ini di mulai di bentuk di pertengahan abat ke 19 dan mulai stabil bentuk dan posturnya pada sekitar tahun 1926. Domba garut yang memiliki ciri khas tanduk yang melingkar di turunkan dari jenis marino tetapi domba marino tidak memiliki insting beradu. Karena itu insting beradunya berasal dari jenis domba ekor dari anda yang membaca artikel ini mungkin sudah memulai untuk memelihara domba garut ataupun yang baru ingin memulai merintis usaha domba garut. Perlu anda ketahui bahwa domba garut ini memiliki keistimewaan khusus dari pada domba jenis biasa. Menurut para ahli domba garut ini merupakan penghasil daging yang berkualitas lebih baik dari pada domba biasa. Bagaimana tidak, jika pada domba jenis biasa hanya menghasilkan 40% dari berat tubuh domba garut ini bisa menghasilkan 50% daging dari berat untuk lebih jelasnya berikut ciri-cirinya Domba garut yang asli memiliki bentuk tubuh relatif besar dari pada domba jenis biasa dan memiliki tubuh yang berbentuk persegi tanduk yang melingkar dan Garut memiliki ciri khas yaitu pada pangkal ekornya kelihatan dan tampak agak lebar dengan ujung yang pendek dan Garut jantan dapat memiliki bobot 60 kg lebih dan domba betina tanpa tanduk dengan bobot mencapai 30 kgDomba Garut memiliki telinga yang sangat kecil baik jantan atau betina atau di kenal dengan istilah “rumpung”Kunjungi juga jual domba garut asli disiniDengan ciri-ciri yang suda di paparkan pada artikel ini anda sekarang sudah dapat mengetahui bagaimana sih domba garut asli, sehingga untuk anda yang masih baru memulai usaha domba garut ini anda dapat menentukan dan membedakan antara domba garut yang asli dan domba garut yang palsu. Karena nantinya jika ada domba biasa yang di jual mengatas namakan domba garut padahal itu domba biasa maka pastilah yang dirugikan adalah pihak konsumen. Selamat Artikel Ciri-ciri domba garut asli semoga bermanfaat.
Indonesia kaya akan plasma nutfah ternak, mulai dari sapi, kerbau, kambing hingga domba. Dari jenis sapi kita mengenal ada sapi Madura, sapi Bali, Sapi Aceh yang merupakan plasma nutfah asli Indonesia. Sedangkan dari jenis kambing kita kenal ada kambing kacang dan kambing gibas, dari jenis domba ada domba garut dan domba sapudi. Domba garut memang bukan plasma nutfah asli Indonesia karena sudah merupakan domba doma asli Indonesia, domba merino dan domba ekor gemuk. Hasil persilangan ini sekarang dikenal dengan sebutan domba priangan atau domba Domba GarutKeunggulan dan Ciri-ciri Domba GarutDomba Garut mempunyai badan agak besar. Domba jantan dewasa mempunyai bobot 60-80 kg, sedangkan yang betina mempunyai bobot 30-40 ciri domba garut jantan memiliki tanduk yang cukup besar, melengkung kearah belakang, dan ujungnya mengarah kedepan sehingga berbentuk seperti spiral. Pangkal tanduk kanan dan kiri hampir pada ciri khusus domba betina adalah tidak memiliki pendek dan pangkalnya agak besar gemuk.Domba Garut memiliki Leher yang telinganya ada yang panjang, pendek dan sedang yang terletak dibelakang pangkal Priangan atau domba garut ini mempunyai bulu yang lebih panjang dan halus jika dibandingkan dengan domba asli, berwarna putih, hitam, cokelat, atau kombinasi dari ketiga warna Garut sudah lama dikenal sebagai jenis domba yang baik untuk penghasil daging. Khusus untuk ciri-ciri domba garut betina adalah moka propil, telinga kecil, tidak bertanduk ada sebagian domba betina yang bertanduk sendikit, bulu laken, badan besar, bulu perutnya tipis. Sedangkan domba garut betina sayur atu pedaging memiliki ciri-ciri tidak produktif lagi dan hanya pedaging. Domba betina di buatkan program untuk pembibitan. Program kelahiran dalam waktu 150 hari atau 5 bulan masah kebuntingan. Biasanya jumlah anak 1-4 ekor dengan berat badan 3-5kg. Pemisahan anak dan induk dilakukan setelah usia anak 5 Garut telah dibudidayakan masyarakat Garut sejak lama. Domba yang memiliki fisik yang besar dan kuat ini, melahirkan seni atraksi laga domba yang di daerah Bayongbong Garut. Domba Garut merupakan hasil persilangan segitiga antara domba asli Indonesia, domba Merino dari Asia Kecil dan domba ekor gemuk dari Afrika. Domba ini dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Domba Garut, yang dikenal juga dengan sebutan domba prianganUpaya Pelestarian Dan Pengembangan Domba Garut Kebijakan Pemda Kabupaten Garut telah menetapkan lokasi peternakan Domba Garut yang meliputi Kecamatan Wanaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Singajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kecamatan Cikajang, Kecamatan Bungbulang, dan Kecamatan Cisewu sebagai sentra produksi domba pedaging. Meskipun belum ada data spesifik terhadap populasi domba Garut, dapat dijelaskan bahwa populasi ternak domba secara keseluruhan di Kabupaten Garut selalu tinggi dan tertinggi di antara jenis ternak besar lainnya setiap tahunnya. Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Peternakan, populasi ternak domba saat ini mencapai angka ekor. Angka ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang belum mencapai angka
Siapa yang tak kenal dengan Domba Garut? Ternak kecil dengan tanduknya yang khas ini banyak kita jumpai di Kabupaten Garut Jawa Barat. Selain diambil daging, kulit dan bulunya, domba Garut dijadikan sebagai komoditas unggulan serta menjadi kebanggaan nasional. Asal – Usul Domba Garut Domba Garut sendiri pada awalnya berasal dari domba Merino dan Kaapstad yang masuk ke wilayah Priangan dibawa oleh pengusaha teh KF Holle, yang menernakkan domba itu pertama kali pada 1864. Tak berselang lama, domba impor itu pun menyebar di kalangan penghobi domba, antara lain Bupati Garut Suryakarta Legawa 1915-1929. Adapun domba lokal yang disilangkan dengan domba impor itu berasal dari Kampung Cibuluh, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan. Dalam bahasa Latin domba Garut disebut Ovis aries. Ciri – Ciri Domba Garut Beberapa orang mungkin masih bingung untuk membedakan domba Garut dengan domba lainnya. Dapat kita lihat beberapa ciri-ciri domba Garut yang membedakan dengan domba lainnya berikut ini Berat badan domba jantan dapat hidup 60 – 80 kg, berat domba betina 30 – 40 kg Daun telinga relatif kecil dan kokoh, bentuk telinga rumpung sampai ngadaun hiris 4-8 cm. Berbulu lebih panjang dengan warna bulu beragam putih, hitam dan coklat atau warna campuran. Domba betina tidak bertanduk, walaupun bertanduk ukurannya kecil sedangkan domba jantan bertanduk besar, kokoh kuat dan melingkar. Kepala pendek, dahi sedikit lebar, bentuk kepala cembung Ekor berbentuk segitiga terbalik dengan timbunan lemak pada pangkal ekor dan mengecil pada bagian bawah Berbadan besar, lebar serta kuat. Keunggulan Domba Garut Domba Garut memiliki postur tubuh yang besar dan tegap bila kita bandingkan dengan domba lainnya, penampilan tanduknya sangat beraneka ragam, cantik dan bisa dibentuk menurut selera tuannya. Dan yang terpenting tentu saja sifatnya yang “temperamental” khas domba laga. Domba Garut cukup tanggap terhadap manajemen pemeliharaan yang baik dibandingkan domba lokal dan bangsa domba lain yang ada di Indonesia. Banyak keunggulan dari domba Garut, selain terkenal sebagai domba ketangkasan, domba Garut merupakan ternak eksotik. Penampilan fisiknya menawan berperawakan tinggi kekar, bulu dengan berbagai corak, tanduk yang khas memberikan kepuasan batin pemiliknya. Sehingga tidak aneh harga domba Garut jantan berkualitas bisa mencapai 10 juta, bahkan sampai ratusan Garut merupakan domba tropis yang dapat beranak lebih dari dua ekor dalam satu siklus kelahiran. Ini sangat menguntungkan bagi peternak, karena dalam periode satu tahun, domba Garut dapat mengalami dua siklus kelahiran. Keunggulan lain dari domba Garut yaitu kualitas dagingnya ternyata memiliki nilai gizi yang cukup baik dibandingkan daging kambing. Selain itu kulit domba Garut termasuk salah satu terbaik di dunia kualitasnya. Biasanya kulit domba Garut dijadikan bahan baku pembuatan jaket. Kotoran domba Garut pun memiliki manfaat yang sangat luar biasa untuk pertanian. Dengan cara digiling dan proses fermentasi, kotoran domba Garut menjadi pupuk organik untuk segala macam tanaman. Sehingga integrasi peternakan domba Garut dengan pertanian, dua hal yang sangat menguntungkan simbiosis mutualisme. Kelemahan Domba Garut Kerangka tubuh yang kecil sehingga bobot anakannya pun kecil. Produksi susu kecil. Jika sulit dijual kurang terawat atau sakit harga domba Garut nyaris sejajar dengan harga domba sayur. yaitu berkisar Rp 3 juta sampai 5 jutaan. Tips Budidaya Domba Garut Untuk memeihara domba Garut dengan baik, nah berikut ini ialah cara beternak yang bisa peternak lakukan. A. Tahap Persiapan Dalam teknik budidaya domba Garut tidak bisa dipungkiri bahwa peternak perlu menyiapkan kandang yang baik dan sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan domba tersebut. Kandang dibuat dengan kuat sehingga bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Ukuran kandang juga harus disesuaikan dengan jumlah ternak yang dipelihara, kandang harus bersih mendapatkan sinar matahari pagi dan mempunyai sirkulasi udara yang cukup. Ada baiknya kandang dibuat lebih tinggi untuk menghindari kebanjiran. Ada beberapa kandang yang harus dipersiapkan sesuai dengan fungsi kandang itu sendiri. Selain itu ada beberapa tipe dan model kandang yang bisa dipilih sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar. B. Tahap Pembibitan Tidak bisa dipungkiri bahwa cara budidaya domba Garut yang sempurna tidak akan menghasilkan domba dengan kualitas tinggi jika bibit domba tidka dipilih dengan seksama. Peternak harus memilih domba yang sehat dan bebas hama penyakit. Bibit domba tersebut ebrasal dari induk dengan kesuburan dan kelahiran yang tinggi. Selain itu persentase karakas dan kecepatan pertumbuhan juga harus dipastikan baik. Oleh karena itu pembibitan harus diperhatikan secara seksama mulai dari pemilihan induk, proses perkawinan dan proses kelahiran. C. Tahap Pemeliharaan Beberapa peternak memilih untuk melakukan pembesaran domba Garut saja karena tidak mau pusing dengan proses pembibitan yang acap kali rumit untuk mendapatkan bibit yang benar-benar unggul. Untuk itu teknik beternak domba Garut secara detail harus dilakukan termasuk hal-hal kecil tetapi penting seperti menjaga kebersihan kandang. Kandang dibersihkan satu kali dalam seminggu sementara tempat makan dan minum perlu dibersihkan setiap hari. D. Perawatan Ternak Dewasa Sebagai cara beternak domba Garut yang benar, ada beberapa teknik perawatan yang harus dilakukan pada domba dewasa. Domba perlu dimandikan secara rutin paling tidak satu minggu satu kali dengan menggunakan sikat dan sabun kemudian dikeringkan dibawah terik matahari pagi. Pencukuran bulu dilakukan paling tidak enam bulan sekali dengan sisa cukuran sepanjang Kuku domba perlu pula dipotong minimal 4 bulan sekali. E. Pakan Domba Garut Untuk pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan domba perlu dilakukan seksama agar kebutuhan gizi termasuk vitamin, mineral, air, protein, lemak dan karbohidrat terpenuhi dengan sempurna. Ada empat golongan pakan domba yakni rumput-rumputan rumput gajah, rumput alam dan sebagainya, kacang-kacangan daun lamtoro, daun kacang-kacangan dan lain-lain, hasil limbah pertanian daun pisang, daun jagung, daung nangka dan sejenisnya dan makanan penguat atau konsentrat bekatul, ampas tahu dan lain-lain. F. Kombinasi Pakan Campuran pakan dari bahan-bahan tersebut harus disesuaikan dengan tingkatan umur domba. Ternak dewasa sebaiknya diberikan pakan rumput dan daun dengan perbandingan 3 1 sementara induk bunting memerlukan pakan rumput dan daun dengan perbandingan 3 2 ditambah 2 – 3 gelas menyusui perlu diberi pakan rumput dan daun dengan perbandingan 1 1 dengan tambahan 2 – 3 gelas konsentrat. Sementara itu anak yang belum sapih diberi pakan rumput dan daun 1 1 dan anak lepas sapih diberi pakan rumput dan daun 3 2 ditambah 0,5 – 1 gelas konsentrat. Pengembangan penyediaan protein hewani yang berasal dari ternak pedaging perlu mendapat perhatian karena permintaan daging di dalam negeri sampai saat ini belum dapat dipenuhi. Peternakan domba sangat berpotensi untuk dikembangkan. Domba Garut sebagai salah satu pemasok daging domba di Inodonesia masih sangat berpotensi untuk dikembangkan. Selain daging yang dimanfaatkan, ketangkasan domba Garut dapat dijadikan sebagai daya tarik wisatawan sebagai salah satu kebanggaan nasional. Baca juga artikel kami 10 Catering Aqiqah Jogja dengan Harga Terbaik Sumber Y. 2010. Petunjuk Teknis Budidaya Ternak Domba. Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian BPPT Jawa Barat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. Hal 7Heriyadi, M. Rukmitasari, 2002. Sertifikasi Bibit Domba Garut. Laporan Penelitian. Kerjasama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dengan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia HPDKI Jawa Barat. Bandung
ciri ciri domba garut betina yang bagus